CARA MENGATASI PENYAKIT VELVET PADA IKAN HIAS

Aneka-Peliharaanhias--- Oodinium merupakan jenis flagellata yang masuk kategori protozoa, tetapi beberapa sumber mengatakan bahwa Oodinium ini masuk kategori algae karena memiliki klorofil. Oodinium merupakan salah satu parasit yang sering menyerang ikan apabila kondisi aquarium atau kolam yang terlalu kotor, kualitas air yang jelek, ditambah Kondisi ikan yang sedang stres juga dapat memicu timbulnya penyakit ini yang disebabkan Oodinium ini.

Secara ilmiah Oodinium dapat dikenali sebagai berikut:

Oodinium

Klasifikasi:

Phylum : Protozoa

Kelas : Flagelata / Sarcomastigophora

Ordo : Dirofirida

Genus : Oodinium / Oodinia

Spesies :

1. Oodinium Pilularis

2. Oodinium Ocellatum

Inang : Ikan Air Tawar, Payau & Ikan laut, seperti Mujaer, Mas, Kepe-kepe, Melanak

Disebut juga : Penyakit Velvet

Penyebab : Oodiia / Oodinium

Oodinium Protozoa
Oodinium dapat menyerang ikan air tawar maupun laut, dimana untuk air tawar disebabkan oleh Oodinium pilularis atau Oodinium imneticum dan untuk air laut disebabkan oleh Oodinium ocellatum Oodinium akan mencari ikan sebagai inang dengan segera, karena Oodinium akan mati dalam waktu 24 jam jika tidak menemukan inangnya. Oodinium akan menempel pada ikan dengan menggunakan flagellum yang kemudian akan membentuk batang (kaki) penghisap yang masuk ke dalam kulit dan selaput lendir pada insang ikan. Batang (kaki) penghisap ini akan merusak sel-sel disekitarnya dan menghisap nutrisi pada daging ikan (inang) sebagai makanannya.

Setelah makan dan berukuran dewasa, Oodinium akan melepaskan diri dari inangnya dan berenang bebas di air, kemudian Oodinium akan membelah menjadi lusinan sel baru yang siap mencari inang-inang yang baru. Jika tidak diperhatikan dan tidak segera ditangani ikan kesayangan yang diketahui terserang penyakit ini tiba-tiba bisa sudah rusak parah bahkan mengalami kematian.

Tanda-Tanda dan Akibat Ikan Terserang Oodinium

Ada beberapa tanda-tanda dan gejala yang sering terlihat jika ikan sudah terserang penyakit velvet atau serangan Oodinium antara lain:

  1. Ikan menggosok-gosokan tubuhnya ke benda-benda keras yang ada di akuarium seperti pasir dasar (gravel), kayu, filter internal, dll.
  2. Ikan terlihat lesu dan lemah.
  3. Nafsu makan ikan berkurang.
  4. Kehilangan berat tubuh.
  5. Pernafasan menjadi cepat, terlihat ikan berusaha keras untuk bernafas, pergerakan insang makin cepat.
  6. Sirip menutup ke tubuh.
  7. Warna bintik putih kekuningan pada kulit (bagian tubuh) ikan atau terlihat seperti karat pada ikan.
  8. Pada tahapan yang lebih lanjut kulit (sisik) akan copot. Kehadiran penyakit ini pada awalnya sulit terdeteksi, pada tahapan awal yang perlu dicermati adalah kebiasaan ikan yang menggosok-gosokan tubuhnya ke benda-benda keras disekitarnya. Biasanya penyakit ini lebih sering ditemui pada sirip dan insang ikan.
Ikan terserang Velvet Oodinium

Untuk pendeteksian lebih lanjut, secara sederhana dapat dilakukan dengan menyorotkan lampu senter pada tubuh ikan dalam kondisi ruangan gelap. Cermati apakah ada kumpulan bintik putih kekuningan (menyerupai debu, bedak, tepung) pada kulit, sirip dan insang ikan tersebut Oodinium akan menyerang segala jenis ikan, bahkan anak ikan yang baru berumur beberapa hari. Biasanya yang terserang penyakit ini dari ikan jenis Discus, anabantoids, danios, goldfish, dan killifish.

  1. Tingkatkan suhu atau temperatur air, minimal 82F atau sekitar 28C.
  2. Nyalakan lampu akuarium untuk beberapa hari.
  3. Tambahkan garam akuarium, yang secara tidak langsung dapat membantu pernafasan ikan.
  4. Rawat dengan tambahan obat (cupric sulphate) untuk penyakit Velvet (Oodinium), dimana target utamanya adalah sel-sel Oodinium yang berenang dalam air.
  5. Hentikan penggunaan carbon filter selama perawatan.
  6. Selalu menjaga kualitas dan kondisi air.
  7. Hindari melakukan tindakan yang membuat ikan stres, seperti perubahan suhu secara mendadak, mengganti air secara keseluruhan, dll.
  8. Berikan makanan yang cukup (tidak berlebihan) dan bernutrisi pada ikan.

Gejala :Oodinium akan menyerang segala jenis ikan, bahkan anak ikan yang baru berumur beberapa hari. Biasanya yang sering terserang penyakit ini dari ikan-ikan dengan jenis anabantoids , danios , goldfish , dan killifish .

Perawatan : Ikan dari jenis catfish dan bottom feeder lainnya sangat sensitive terhadap obat-obatan untuk penyakit Velvet (Oodinium) – mengandung cupric sulphate, oleh karena itu gunakan sesuai dosis yang benar, sebaiknya digunakan pada akuarium karantina, dan apabila kesulitan untuk memindahkan ikan jenis catfish / bottom feeder tersebut dan atau untuk perawatan akuarium dapat dilakukan dengan mengurangi dosis dan menambah jadwal pemberian obat dengan selalu memantau kondisi ikan dari jenis catfish / bottom feeder tersebut.

Lakukan perawatan terhadap ikan yang terjangkit sedini mungkin, karena penyakit ini cepat sekali menular dan biasanya lambat terdeteksi.Pencegahan : Biasanya Jika ikan terkena velvet, ikannya akan berwarna gelap/hitam, sirip fin-nya menguncup, ikan cenderung suka menggesekkan tubuhnya ke benda di sekitarnya dan biasanya ngumpul di sudut/mojok.

Cara Mengatasi dan Pengobatan Penyakit Velevet pada ikan:

  1. Karantina yang dicurigai telah terjangkit dan isolasi apabila dikhawatirkan terkena velvet dalam tahap yang berat.
  2. Masukkan chlorampenicol 1,5 gram+ Acriflavine 20 ml + 1-2 garam ikan ke dalam tank berisi kurang lebih 100 liter untuk karantina.
  3. Pasang aerator dengan bukaan besar.
  4. Pasang heater > 30 C.
  5. Kalau airnya keruh dikemudian hari, lakukan penyifonan. Tambahkan larutan sama seperti sebelumnya. Lakukan seterusnya sampai ikan terlihat sehat (biasanya kurleb 1-2 minggu).
  6. Kurangi pemberian pakan pada ikan dan sesedikit mungkin (puasa).

Demikian cara mengatasi penyakit velvet pada Ikan yang diakibatkan parasit Oodinium. Perlu di ingat dalam penangan ikan hias pun masih berlaku nasihat kedokteran bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Semoga ikan peliharaan kita selalu sehat dan dapat memberikan keindahannya yang selalu maksimal. Sukses selalu, Terimakasih.

Post a comment

0 Comments