CARA DAN KRITERIA PENILAIAN DALAM KONTES CUPANG HIAS

Aneka-Peliharaanhias---Para hobiis dan cupang mania tentunya telah mengetahui, ada beberapa kriteria dan cara penilaian buat memilih jawara keindahan & liukan cantik Cupang hias ini. Kriteria evaluasi cupang yg banyak memfokuskan pada estetika dan penampilan paripurna ini setiap tahunnya mengalami perkembangan & perubahan sinkron dengan kebutuhan. Tetapi secara substansial tetap evaluasi selalu menyangkut keindahan, keindahan & fisik mental dari oleh jagoan kita misalnya berikut adalah :

Kriteria Penilaian Cupang Hias

Secara umum dasar penilaian cupang hias jenis Serit (Crown Tail) adalah terletak pada 3 faktor penting yaitu :

  1. Bentuk Tubuh ; proporsi, kerapihan sirip atas/bawah/ekor
  2. Warna Tubuh ; Dasar/solid, kombinasi, mascot.
  3. Kesehatan & Mental ; sehat, tidak cacat, lincah, pemberani (tidak bacul).

1. Bentuk Tubuh :

Faktor bentuk tubuh yang menjadi tolok perhatian adalah tubuh yang proporsional dan sirip/serit atas, bawah dan ekor rapi dan tidak patah. Khusus untuk serit pada ekor jika serit 2 semuanya harus 2 demikian juga untuk serit 4, tidak boleh ada serit yang tidak beraturan atau dikalangan hobiis cupang biasa disebut dengan sirip Djie Sam Soe (2-3-4).

Serit cupang bentuk baru yang dikatakan langka adalah berserit 8, bahkan ada yang 16, serta Serit Silang atau dijuluki King Crown Tail.

Untuk jenis Halfmoon ekor harus membentang dalam 180 derajat, bahkan saat ini sudah ada yang lebih dari itu atau disebut Over Halfmoon.

Untuk Jenis Double Tail bentuk ekor dan bentuk ekor atas dengan bawah tidak boleh ada yang lebih besar harus proporsional dan simetris.

2. Warna :

Warna dalam ketogori lomba cupang dibagi dalam 3 kelompok yaitu,

  1. Warna Dasar/Solid ; seluruh bagian tubuh dan sirip/fin harus memiliki satu warna yang sama, misalnya merah, biru, abu-abu (steel), hitam, kuning, putih Apabila pada bagian dasi (dorsal fin) membawa warna lain yang berbeda atau ada semburat warna lain dibagian tubuh/sirip maka tidak dapat dikatagorikan sebagai warna dasar.
  2. Warna Kombinasi ; pada bagian tubuh atau sirip/fin memiliki perpaduan 2 atau lebih warna yang berbeda misalkan biru-merah, hitam-merah, merah-steel, hijau-merah, dll.
  3. Warna Maskot ; sering juga disebut dengan Cambodian, pada tubuh ikan didominasi paduan warna merah keputihan ataupun warna lain seperti abu-abu, biru, dan hijau.
Ada beberapa jenis ikan cupang hias memiliki warna langka dalam arti belum banyak terdapat di pasaran antara lain warna putih solid, kuning solid, mustard gas, purple gas marble (blantong), tricolor, dan warna tembaga (copper).

Pada jenis crown tail (serit) ikan yang memiliki warna bening pada siripnya (jenis butterfly) saat kontes seringkali di-diskwalifikasi oleh juri.

Sedangkan pada jenis Halfmoon dan Double Tail klasifikasi warna di atas termasuk jenis Butterfly diabaikan.

3. Kesehatan & Mental :.

Kesehatan ikan sekilas dapat dilihat dari perilaku ikan, tubuh tidak cacat dan memiliki warna yang cerah. Ikan yang memiliki tubuh kuntet (bonsai) terhitung sebagai ikan cacat, namun belakangan karena tetap memiliki keindahan serta keunikan tersendiri dibuat kelas tersendiri dalam kontes cupang hias sebagai kelas bonsai.

Mental ikan yang bagus tidak akan gentar apabila disandingkan dengan ikan lain, dan selalu mengembangkan sirip-sirip serta insangnya pertanda siap bertarung menghadapi musuhnya. Sedangkan mental ikan yang jelek akan terlihat takut apabila disandingkan dengan ikan lain. Ikan bacul ditandai dengan menguncupnya sirip ikan sambil berdiam diri dipojok aquarium.

Ukuran Ikan dan klasifikasi ikan kontes.

Umumnya dalam tiap kontes cupang hias di Indonesia yang dikelompokkan ke dalam 3 kelompok ukuran panjang tubuh dan 3 kelompok warna, yaitu :

  1. Ukuran Senior (ukuran tubuh 6 cm ke atas) : untuk warna dasar, kombinasi dan warna maskot.
  2. Ukuran Yunior (ukuran tubuh 4 cm – 6 cm) : untuk warna dasar, kombinasi dan warna maskot, ukuran small.
  3. Halfmoon & Double Tail : ukuran dan warna bebas.

Walaupun kadang-kala ada juga penambahan kelas tambahan seperti kelas bebas (bebas warna/serit), bonsai/unik, betina,  jenis Plakats, Giant dan Cupang Koi, yang saat ini sudah mulai diminati.

Point Penilaian Dalam Kontes Cupang

Poin penilaian dalam kontes Cupang Hias atau Betta di Indonesia terbagi dalam 5 kategori:

1. Keserasian Warna : 30 poin

2. Keindahan : 20 poin

3. Kerapihan : 20 poin

4. Ukuran Tubuh : 10 poin

5. Kesehatan & Mental : 20 poin.

Penentuan ikan juara berdasarkan perolehan nilai atau poin tertinggi.

Untuk menentukan grade pada cupang khususnya jenis serit (crown tail) dilihat pada :

  1. Kerapihan; pada fin/sirip (atas, bawah, ekor, anal fin). Bukaan ekor lebih lebar akan lebih baik, kalau bisa cari yang saat dia “ngedok” harus 180 derajat. Khusus untuk serit jumlahnya harus sama tiap seritnya kalau serit 2 dari atas jumlahnya harus 2 semua, demikian juga serit 4 atau serit 8, seritpun harus seragam, rapi, dan lurus (tidak kriting).
  2. Warna; yang dilihat adalah keserasian warnanya baik untuk warna dasar, kombinasi, atau maskot…. kalau warna dasar seperti biru, hijau, kuning, merah atau hitam sebaiknya tidak ada semburat warna lain, sering kali terjadi pada warna dasar timbul warna lain seperti warna merah di “dasi” nya atau warna silver dipangkal ekornya. Yang seperti ini kalau masuk kriteria warna dasar dalam kontes sering di diskwalifikasi oleh juri. Atau sebaiknya dari awal masuk ke kelas warna kombinasi.
  3. Kesehatan/mental ikan; ikan harus sehat dan memiliki mental yang baik saat didampingkan dengan ikan lain. Kalau mentalnya drop bisa jadi “bacul” alias mengkeret (bhs. indonesianya apa ya ?)

Kalau dalam kontes ketiga hal diatas masing-masing ada point-nya yang kalau ditotal akan menentukan nilai maksimal yang dimiliki si ikan dan akan diperbandingkan dengan ikan lain.

Untuk jenis cupang macam-macam mulai dari cupang liar (wild betta), cupang adu (mis. betta imbelis), dan cupang hias (betta splenden).

Untuk cupang hias pun bermacam-macam jenisnya dan biasanya ditentukan dari jenis ekornya untuk penamaannya, umumnya dikategorikan sbb.:

  • Crown Tail (serit), disebut begitu karena bentuk ekor seritnya seperti mahkota. Bisa serit 1, 2, 4, 8, bahkan 16.
  • Halfmoon, karena ekornya (tanpa serit) membentang 180 derajat.
  • Double Tail, karena ekornya “terbelah” menjadi 2 bagian.
  • Untuk jenis terbaru mungkin seperti Plakats, Giant, Pancekoi, dll, biasanya disesuaikan dengan kesepakatan juri, panitia dan peserta kontes dalam tekhnikalmetting.

Demikian cara penilaian dalam kontes cupang berdasarkan pengalaman penulis, juga dari hasil beberapa literatur dan sumber di internet. mohon maaf jika ada yang kurang lengkap dan kurang berkenan, silakan dishare untuk tambahan ilmu pengetahuan kita sesama peminat cupang hias ini. Semoga bermanfaat. terimakasih.

Post a Comment

0 Comments