Fakta Dan Keunikan Burung Cucak Kombo

DhanyInfo™ - Cucak Kombo mulai meramaikan dunia perburungan akhir-akhir ini (Januari 2014). Namanya sedikit demi sedikit mulai dikenal dikalangan hobiis burung. Bukan hanya itu, karena suaranyapun terdengar begitu indah dan juga cocok untuk dijadikan masteran burung-burung lain. Dari fisiknya, burung ini memiliki panjang sekitar 12 hingga 16 cm. Paruhnya panjang serta runcing yang merupakan ciri khas burung penghisap madu serta pemakan serangga.

Burung ini seringkali ditemukan pada hutan yang rindang dan tidak terlalu jauh menurut sumber air, seperti dalam hutan bakau juga hutan lebat pada kurang lebih pinggiran sungai, perkebunan, serta di hutan tropis.

Perbedaan Jantan dan betina

Untuk membedakan burung jantan dan betinanya agak sulit jika burung masih muda, sebab warna bulunya memiliki banyak kemiripan.  Namun jika sudah dewasa akan nampak perbedaanya secara nyata.  Pada betinanya, bagain bawah perutnya serta pada paruhnya memiliki garis yang berwarna kuning.  Sedangkan punggungnya juga cenderung berwarna kuning. Warna tubuhnya agak kusam.

Makanan

Makanan utama berdasarkan Cucak kombo merupakan sari bunga serta serangga kecil, misalnya lalat, semut, tawon, kumbang, serta ulat.

Perawatan

apabila anda berencana buat memelihara burung ini, anda harus menyiapkan sari bunga atau nectar seperti pada alam bebas. Anda sanggup membeli nectar instan atau menciptakan sendiri dari campuran gula menggunakan air menggunakan takaran 4:1, misalnya buat burung pleci. Gunakan gula putih, jangan gula merah atau madu atau bahkan gula yg menggunakan pemanis buatan, lantaran dapat membuat burung menjadi sakit. Selain itu anda juga perlu memberinya pakan ekstra menggunakan kroto juga ulat hongkong. Anda pula sanggup memberinya pakan berupa voer apabila memang mau memakannya. Ada baiknya di latih dengan cara menaruh voer sedikit-sedikit. Ulat hongkong dan kroto harus ada buat menjaga staminanya.

Nb : Burung Cucak kombo atau kecial kombo ini termasuk spesies yang dilindungi melalui PP Nomor 7 Tahun 1999 mengenai Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, disertai menggunakan lampiran tentang Jenis Tumbuhan & Satwa yg Dilindungi, lengkap menggunakan nama spesies dan nama lokal (Indonesia).

Post a comment

0 Comments