RASA YANG TERSISA DARI HOBI MEMELIHARA IKAN LOUHAN

Jujur saja aku adalah penggemar berat ikan Louhan, Sejak ikan louhan pertama kali Booming di Indonesia Tahun 90'an yg ketika itu masih Fantastis hargannya, saya ikut jua mengikuti perkembangannya. Waktu itu saya masih Sekolah Sekolah Menengah Atas, cita-cita buat memelihara ikan Hias yang satu ini nir mampu terpenuhi, lantaran maklum saja menjadi anak yg masih sekolah dari keluarga yang tidak bisa mana mungkin aku mampu membeli ikan Ini yg saat itu harganya mencapai jutaan rupiah perekor, itu baru anakannya, yang dewasanya mampu mencapai puluhan juta rupiah perekor.

Hingga aku telah tamat kuliah & bekerja barulah saya mampu memiliki tempat sendiri buat membawa & memelihara ikan Pembawa hoki ini. Tidak tanggung-tanggung aku sediakan hampir separu rumahku buat memelihara ikan ini, kutempatkan ruangan khusus disamping tempat tinggal dan garasi dengan jumlah hampir mencapai 50 ekor Ikan Louhan yang sudah dewasa, dan 20 ekor yg masih remaja. Waktu itu peliharaan ku masih di Dominasi jenis-jenis Kemalau, Cencu, dan Goldenbest, karena ketiga jenis ini menurutku sangat menarik dan masing-masing memiliki kelebihannya masing-masing.

Sekarang saya sudah jadi pejabat disebuah instansi Pemerintah, & didera sang kesibukan dengan jadwal keluar kota yg padat, hingga perlahan-huma kegiatan hoby memelihara ikan Louhan ini aku tinggalkan. Masih ada sich satu dan dua ekor yg tersisa tapi telah tua kelihatannya, dan saudara-saudara seangkatannya telah mati secara alamiah karena faktor usia. Sisanya ini pun kebanyakan yg merawatnya aku serahkan kepada pembantu & anak-anak ku pada tempat tinggal , aku hanya kadang-kadang saja memberi makan & bermain sekali-sekali menggunakan mereka apabila kebetulan sedang libur & waktu luang.

Sekarang yg aku rasakan adalah kerinduan seperti dahulu, rindu menatap ikan louhan berjam-jam, rindu berkeringat membarui air dan menguras Aquarium, rindu mempersiapkankan pakan alami, rindu mengobati ikan yg sakit, rindu berburu ikan dipameran, bahkan rindu mengubur ikan yang tewas entah karena sakit atau karena sudah tua.

Rasa dan harapan buat berdekatan menggunakan urusan ikan Hias satu ini tidak sanggup aku hilangkan, seolah-olah mereka mampu membius & menghinotisku balik buat selalu tertarik dengan mereka. Pernah suatu ketika saya pergi kesuatu daerah buat menghadari sebuah aktivitas pembukaan pameran pembangunan, kebetulan di situ ada sebuah stand perikanan yang menampilkan mengenai budidaya Ikan Hias salah satunya merupakan Ikan Louhan. Aku masuk dan mengamati menggunakan akurat ikan-ikan jenis baru yang dipamerkan disana, rupanya relatif kelamaan aku berdiri disana menikmati ikan Louhan yang cantik2 tadi, dan baru sadar ketika seseorang stafku membisikan masih banyak stand lain yg harus aku kunjungi. Seandainnya relatif usang lagi saya pada sana niscaya terbawa pulang satu atau dua ekor ikan louhan tadi.

Keinginannya ku buat mempunyai ikan Louhan tidak pernah surut, saya selalu tergiur menggunakan Keindahannya, & kesenangan pada memeliharnya. Setiap kali aku melihat ikan Louhan cita rasanya tak bisa kutahan untuk membeli dan memilikinya. Seandainya istri dan anak-anak ku tidak mengingatkan kesibukan ku. Pasti kubeli & kubawa pulang lagi seluruh jenis ikan Louhan, yang sekarang sudah semakin sempurna penampilannya tadi, menggunakan rona yang semakin menyala, mutiara dan marking semakin full, dan nongnongnya itu semakin besar kokoh.

Foto Lama Kenangan Pertama Kali Memelihara Louhan

Kapan aku mampu misalnya dulu....Entahlah...Mungkin suatu ketika, atau ketika aku sudah purna tugas aku akan kembali menjemput mereka pikirku.....!!

Post a comment

0 Comments